Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Al-Ziyadah Dalam Islam Menurut Para Ulama


Pengertian Al-Ziyadah - Kata Al-Ziyadah secara etimologi tersusun dari huruf ز-ي-د menjadi زيادة yang berarti tambahan, kelebihan. Secara terminologi, ulama berbeda pendapat dalam definisi al-Ziyadah yang satu sama lain saling berkaitan, meskipun ada perbedaan yang signifikan, perbedaan tersebut dikarenakan tujuan pemakain atau tujuan dari kata tersebut.

Ulama Nahwu menyebutkan bahwa Al-Ziyadah adalah lafaz yang tidak memiliki posisi dalam i’rab. Artinya Al-Ziyadah bagi mereka bukan terletak pada makna, akan tetapi terletak pada lafaz-lafaz tersebut. Begitupun yang dimaksud oleh ulama tashrif.

Dan ulama Bahasa berpendapat bahwa Al-Ziyadah adalah penambahan huruf atau lafaz yang tidak mempunyai arti dan faedah sama sekali, hanya sebagai penghias kata.

Sedsangkan Ulama Tafsir berpendapat sama dengan ulama nahwu, terlebih lagi bahwa al-Ziyadah tidak mungkin terjadi dalam al-Quran jika yang dimaksud al-Ziyadah adalah penambahan huruf atau lafaz yang tidak berfaiedah atau sia-sia. Hanya ulama tafsir memperingatkan agar waspada menggunakan istilah al-Ziyadah karena dapat menimbulkan kesalahpahaman dan kebimbangan dalam masyarakat awam.

Pada ilmu mualamalh, Al-Ziyadah juga merupakan arti lain dari kata Riba dalam islam, di mana riba yang berarti ziyadah tersebut berarti adanya tambahan atau kelebihan dalam transaksi jual beli. Seperti pada transaksi pinjam meminjam, ketika Anda meminjam 100.000, Anda harus mengembalikan uang 120.000, maka 20.000 tersebut adalah tambahan atau ziyadah.

Dari semua penjelasan di atas, dapat disimpulkan, kata Al-Ziyadah dapat diartikan sesuai dengan penggunaannya, tapi pada dasarnya kata Ziyadah berarti tambahan ataupun kelebihan. Bila pada ilmu nahwu dan sharaf maka artinya adalah penambahan huruf di akhir kata, sedangkan pada ilmu Mualamalah Al-ziyadah bisa diartikan sebagai tambahan dalam transaski Riba.